SECARIK
Renung dalam relung yang bingung
Berapa lama keheningan ini mengikat nafasku
Getaran batin menoreh yang tertoreh beroleh yang bertukar
Senja malam terbit siang dalam mungkar dalam senjang
Aku masih bertanya, seberapa lama keheningan ini akan mengikat nafasku
Pening kepala oleh kelabu tercipta dari raganya
Secarik kertas
Telapak tangan keras
Ku coba panggil namamu beribu – ribu panggil namamu namun sunyi tetap mendaki
Secarik
Secarik yang ragu secarik yang pilu secarik yang termangu
Terhenti pada kelambu yang mengantarkanku menuju jawabmu
Lalu aku masih bertanya
Seberapa lama keheningan ini akan mengikat nafasku
Renung dalam relung yang bingung
Berapa lama keheningan ini mengikat nafasku
Getaran batin menoreh yang tertoreh beroleh yang bertukar
Senja malam terbit siang dalam mungkar dalam senjang
Aku masih bertanya, seberapa lama keheningan ini akan mengikat nafasku
Pening kepala oleh kelabu tercipta dari raganya
Secarik kertas
Telapak tangan keras
Ku coba panggil namamu beribu – ribu panggil namamu namun sunyi tetap mendaki
Secarik
Secarik yang ragu secarik yang pilu secarik yang termangu
Terhenti pada kelambu yang mengantarkanku menuju jawabmu
Lalu aku masih bertanya
Seberapa lama keheningan ini akan mengikat nafasku
Oktavia, Januari 2012


0 komentar:
Posting Komentar